"Mungkin sudut pandang kita yang berbeda sekarang..
Bukan rasanya
Mungkin pemikiran kita yang bersimpangan
Rasanya masih sama"
“belajarlah dari pengalaman…”
“tidak.”
“mengapa? mengapa tidak?”
“entahlah, tapi selalu, setiap ia akan mengajariku sesuatu, aku sudah tahu apa itu.”
tentu saja, tak ada yang terjadi begitu saja. semuanya berlangsung dengan sebab. tapi terkadang sesekali aku ingin tahu, mengapa.
-chai
1
kamu boleh pergi. tapi biarkan kutanya, “kemana?” tempatmu bukan dimana-mana, melainkan di sini.
-chai
"bahkan di dalam hatimu, jagalah aku seperti rahasia. jangan pernah kamu bagikan kepada siapa-siapa."
me (via abcdefghindrijklmn)
kenalkan aku pada jiwa-jiwa tegar yang mampu tetap tersenyum dalam situasi yang paling getir. aku ingin belajar banyak.
-chai
"Aku pernah tersenyum di kala sedih. Itu terjadi ketika aku sedang susah, tetapi kau tetap ada."
(via karizunique)
“saya akan meninggalkannya untuk kamu”
pacar saya yang membacanya berpikir kalau kalimat itu buat orang lain, dan ia menyangka saya akan meninggalkan dia untuk orang lain itu.
padahal maksud saya adalah saya bicara untuk pacar saya, dan yang saya maksud akan saya tinggalkan adalah kebiasaan merokok saya.
ini alasan mengapa saya lebih suka komunikasi verbal yang langsung. ini alasan mengapa saya membenci long distance.
ini.
begini, kira-kira yang akan diucapkan cangkir kopiku yang isinya sisa setengah ini, sambil tersenyum sinis: “sudah kubilang ‘kan?! tak ada yang lebih setia kepadamu selain aku!!! aku memang tidak bisa tersenyum seperti dia, tapi aku bisa membuatmu tersenyum jauh lebih sering dari yang ia bisa lakukan…”
